Video packing memakan storage jauh lebih besar daripada data transaksi biasa. Karena itu pertanyaan “harus disimpan di cloud atau tidak?” sebaiknya dijawab berdasarkan kebutuhan perusahaan, bukan tren. Tidak semua bisnis membutuhkan cloud vendor sebagai tempat permanen video. Local server, NAS, file server, mapped drive, atau folder yang disinkronkan ke layanan seperti Google Drive/OneDrive dapat menjadi pilihan, selama deployment dan backup dirancang dengan benar.

Video adalah data berat

Satu video mungkin hanya puluhan megabyte, tetapi ribuan order per hari membuat total kapasitas tumbuh cepat. Resolusi, bitrate, durasi, dan retention sangat memengaruhi kebutuhan disk. Jika vendor software mengenakan kuota per video atau per gigabyte, biaya dapat meningkat seiring volume.

Model customer-owned storage memindahkan keputusan kapasitas kepada perusahaan. Software membantu recording dan association evidence, sedangkan customer menentukan media penyimpanan dan kebijakan retention.

Pilihan 1: local disk atau server

Local server cocok untuk perusahaan yang mempunyai lokasi operasional stabil dan ingin akses LAN cepat. Keuntungan utamanya adalah kontrol dan bandwidth lokal. Kekurangannya: perusahaan bertanggung jawab terhadap backup, redundansi, kesehatan disk, keamanan fisik, dan disaster recovery.

Jangan menganggap satu hard disk sebagai backup. Jika evidence penting untuk sengketa, siapkan salinan atau strategi pemulihan sesuai nilai data.

Pilihan 2: NAS atau file server

NAS menyediakan storage jaringan yang dapat digunakan banyak workstation atau server. Fitur RAID, snapshot, dan backup tergantung perangkat. File server Windows/Linux juga dapat dipakai dengan share yang dikelola perusahaan.

Untuk WEVIX PROOF, storage target dapat diarahkan ke path yang server customer akses. Pastikan service account mempunyai izin yang benar dan path tidak berubah tanpa kontrol.

Pilihan 3: mapped drive atau custom synced folder

Sebagian perusahaan sudah mempunyai folder kerja bersama. Mapped drive dapat mempermudah path, tetapi service Windows/Linux kadang mempunyai konteks user berbeda dari sesi desktop. Deployment harus diuji agar service benar-benar dapat menulis dan membaca path tersebut.

Custom synced folder juga mungkin digunakan jika aplikasi sinkronisasi resmi berjalan pada server customer.

Google Drive, OneDrive, Dropbox: pahami arti synced folder

Jika perusahaan menggunakan Google Drive for desktop, OneDrive, atau Dropbox, folder lokal dapat disinkronkan oleh aplikasi vendor tersebut. WEVIX PROOF dapat menulis ke folder lokal yang dikelola customer, lalu software sinkronisasi mengirimnya ke cloud.

Ini berbeda dari klaim native API integration. Jangan mengatakan WEVIX PROOF meng-upload langsung melalui Google Drive API jika implementasi sebenarnya hanya menulis ke synced folder. Perbedaan ini penting untuk ekspektasi support dan troubleshooting.

Central Server sebagai authority video

Dalam arsitektur WEVIX PROOF, Central Server customer menjadi authority video. Recorder mengirim evidence ke server tersebut. Cloud WEVIX menyimpan authority lisensi, routing, akun, dan metadata yang diperlukan, tetapi bukan permanent video storage customer.

Public Proof juga mengambil video dari environment customer melalui Local Gateway sesuai policy. Artinya, jika server customer offline, evidence publik dapat sementara tidak tersedia. Ini trade-off yang harus dipahami saat memilih self-owned storage.

Tidak ada kuota video berdasarkan paket software

Authority komersial WEVIX PROOF menggunakan satu lisensi utama, bukan tier yang membatasi jumlah video. Kapasitas nyata ditentukan oleh storage customer. Ini tidak berarti storage “gratis”; disk, NAS, server, listrik, backup, dan cloud sync tetap mempunyai biaya yang ditanggung perusahaan.

Pendekatan ini hanya memisahkan biaya software dari kapasitas video.

Cara memperkirakan kapasitas

Mulai dari pengukuran nyata. Rekam beberapa order dengan setting yang akan digunakan. Catat rata-rata ukuran video dan kalikan dengan volume harian serta retention.

Contoh sederhana: jika rata-rata 20 MB per order dan ada 1.000 order per hari, data mentah sekitar 20 GB per hari. Retention 30 hari mendekati 600 GB sebelum memperhitungkan overhead dan variasi. Angka nyata bisa lebih rendah atau tinggi; gunakan hasil pengujian Anda sendiri.

Retention harus mengikuti nilai bukti

Tidak semua video harus disimpan selamanya. Pertimbangkan jangka waktu komplain, kebijakan marketplace, garansi, regulasi, dan risiko produk. Evidence setelah periode tertentu mungkin dapat diarsipkan atau dihapus sesuai kebijakan perusahaan.

Pastikan penghapusan tidak dilakukan hanya berdasarkan kapasitas tanpa mempertimbangkan kasus yang masih aktif.

Security dan privacy storage

Customer-owned storage berarti customer juga memegang tanggung jawab lebih besar. Batasi akses folder, gunakan account service yang sesuai, hindari share anonymous, dan pantau backup. Jika video memperlihatkan label pengiriman atau informasi customer, terapkan kontrol akses dan retention yang sejalan dengan kebijakan privasi perusahaan.

WEVIX PROOF tidak seharusnya menampilkan secret storage atau credential pada UI publik.

FAQ

Apakah cloud lebih aman daripada local server?

Tidak ada jawaban universal. Cloud dapat menawarkan redundansi dan operasi managed, sementara local memberi kontrol langsung. Keamanan bergantung konfigurasi, backup, akses, dan kemampuan tim.

Apakah Google Drive bisa dipakai?

Target storage mendukung konsep synced folder yang dikelola customer. Itu bukan klaim native Google Drive API integration. Pastikan client sync berjalan dan diuji pada server yang digunakan.

Apakah jumlah video dibatasi lisensi WEVIX PROOF?

Tidak berdasarkan paket software. Kapasitas mengikuti storage yang disediakan customer. Lihat Harga untuk authority komersial produk.

Punya masalah yang sama?

Jika biaya atau kuota cloud vendor membuat sistem video sulit diprediksi, evaluasi customer-owned storage dan retention yang sesuai bisnis. Pelajari Cara Kerja, baca multi-cabang dan evidence, atau Beli WEVIX PROOF.

Artikel terkait