Ketika bisnis hanya mempunyai satu meja packing, pertanyaan “video ini dibuat di mana?” hampir tidak pernah muncul. Setelah perusahaan membuka beberapa gudang atau cabang, lokasi menjadi bagian penting dari evidence. Nomor transaksi saja mungkin belum cukup; tim perlu tahu cabang, operator, waktu, dan status upload agar bukti tetap dapat ditelusuri tanpa memberikan akses global kepada semua orang.

Masalah baru muncul saat lokasi bertambah

Bayangkan perusahaan mempunyai operasi di Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Ketiga cabang dapat memproses produk yang sama dan menggunakan format resi yang sama. Customer service pusat menerima komplain, tetapi operator di cabang hanya bertanggung jawab pada pekerjaannya sendiri.

Jika semua video disimpan di satu folder tanpa struktur, tim pusat harus menebak lokasi. Jika semua user diberi akses ke seluruh data agar mudah mencari, separation of role menjadi lemah. Solusi yang lebih rapi adalah menjadikan cabang sebagai context resmi pada evidence.

Transaksi → cabang → operator → evidence

Saat user login ke Area Kerja, sistem sebaiknya mengetahui cabang yang diizinkan. Jika user hanya memiliki satu cabang, proses dapat langsung menggunakannya. Jika mempunyai beberapa cabang, user memilih active branch sebelum mulai.

Setelah itu setiap recording membawa konteks:

  • company;
  • branch;
  • user/operator;
  • nomor bukti;
  • waktu recording;
  • status upload.

Struktur ini membuat evidence dapat direkap terpusat tanpa menghilangkan asal proses.

Contoh Jakarta, Surabaya, Bandung

Order A dipacking di Jakarta. Order B dipacking di Surabaya. Tim pusat menerima dua komplain pada hari yang sama. Dengan metadata cabang, pencarian order A langsung menunjukkan evidence Jakarta dan order B menunjukkan Surabaya.

Jika supervisor Bandung tidak mempunyai authority untuk Jakarta, ia tidak perlu melihat evidence tersebut. Owner atau admin customer dapat mempunyai All Branches bila memang authorized. Separation ini penting agar multi-cabang tidak berubah menjadi “semua orang melihat semua data”.

Pengaturan user jangan dicampur ke Area Kerja

Operator seharusnya fokus pada scan, record, save. Pengaturan cabang, user/email, hak akses, license, dan billing adalah pekerjaan owner/admin customer. Karena itu Customer Area dan Recorder sebaiknya tetap terpisah.

Owner mengatur user dan branch access di Customer Area. Operator masuk Area Kerja dengan hasil authorization yang sudah ditetapkan server-side.

Storage multi-cabang tidak harus terpisah secara fisik

Perusahaan dapat memakai satu Central Server untuk beberapa cabang selama jaringan dan kapasitasnya sesuai. Struktur folder atau storage target dapat menyimpan cabang sebagai bagian path, sementara database menyimpan metadata authority.

Pada kondisi tertentu, cabang mungkin mempunyai koneksi yang tidak stabil. Recorder local-first dan pending upload membantu memisahkan finalisasi recording dari transfer. Namun deployment nyata tetap perlu diuji pada jaringan customer; source code saja tidak membuktikan performa antar-cabang.

WEVIX PROOF untuk multi-cabang

Multi-cabang adalah bagian konsep utama WEVIX PROOF, bukan add-on per lokasi. Satu company dapat memiliki beberapa branch dan user dapat diberi akses satu atau beberapa cabang. Evidence menyimpan snapshot nama/slug cabang sehingga public proof atau rekap tidak kehilangan context.

Central Server customer tetap video authority. Cloud WEVIX berperan pada lisensi, identitas, routing, dan metadata ringan sesuai arsitektur, bukan menjadi permanent storage semua video customer.

Untuk seller marketplace, connector dapat memperkaya order saat tersedia. Namun bukti tetap dibuat berdasarkan alur kerja lokal agar outage API tidak memblokir recording.

Dashboard pusat sebaiknya fokus pada exception

Owner tidak membutuhkan puluhan chart hanya karena mempunyai banyak cabang. Informasi yang lebih berguna adalah status license, jumlah user, branch, maintenance, Central Server/Gateway, serta evidence atau upload yang perlu perhatian.

Area Kerja operator lebih sederhana lagi: active branch, camera, nomor bukti, scan, start/stop, recording status, dan upload status.

Audit akses secara berkala

Ketika operator pindah cabang atau keluar dari perusahaan, akses harus diperbarui. Jangan hanya mengandalkan link atau UI tersembunyi; authorization harus diperiksa server-side. Data cabang dari request browser tidak boleh dipercaya tanpa validasi terhadap membership user.

Perusahaan juga dapat menetapkan siapa yang boleh menggunakan Public Proof atau membagikan evidence tertentu kepada customer. Public Proof bukan pengganti Customer Dashboard.

FAQ

Apakah satu user bisa mengakses lebih dari satu cabang?

Ya, jika owner/admin memberikan hak akses. Ini berguna untuk supervisor area atau user yang bekerja lintas lokasi.

Apakah operator harus memilih cabang setiap kali login?

Jika hanya ada satu cabang, aplikasi dapat langsung memakai cabang tersebut. Jika lebih dari satu, pemilihan active branch membuat context kerja lebih jelas.

Apakah multi-cabang menambah biaya per cabang?

Authority komersial WEVIX PROOF saat ini menetapkan multi-cabang sebagai bagian produk. Lisensi tahun pertama Rp1.500.000 termasuk 3 email/login dan maintenance tahun pertama; tambahan email adalah Rp500.000 sekali beli. Lihat Harga untuk rincian terbaru dari authority website.

Punya masalah yang sama?

Jika video packing dari banyak gudang mulai bercampur, jangan hanya membuat lebih banyak folder. Tetapkan context cabang dan authorization sejak user masuk Area Kerja. Lihat Cara Kerja, baca cara mencari video berdasarkan resi, atau Beli WEVIX PROOF.

Standard yang sama, konteks cabang tetap berbeda

Multi-cabang tidak berarti semua lokasi harus bekerja persis sama pada setiap detail. Perusahaan dapat menjaga satu standard minimum—identitas bukti, status recording, association cabang, dan cara pencarian—sementara layout meja atau jenis produk tiap cabang tetap berbeda. Yang penting, evidence tidak kehilangan asalnya. Saat owner melihat kasus dari Jakarta, Surabaya, atau Bandung, informasi cabang dan transaksi membantu menentukan tim mana yang perlu menindaklanjuti tanpa membuka akses global kepada seluruh operator.

Artikel terkait